Daarussalaam Sangatta Lakukan Layanan Pembinaan Parenting kepada Orangtua Siswa

Dalam upaya memberikan layanan pembinaan terhadap siswa dan orangtua siswa, Yayasan Daarussalaam Sangatta menggelar webinar parenting school. Semua orangtua siswa dari SLBIT, KBIT, TKIT, SDIT I, SDIT II, hingga SMPIT dilibatkan.

Daarussalaam sebagai yayasan yang membina sejumlah sekolah berbasis islam terpadu (IT), dalam kegiatan ini disupport penuh oleh Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT). Yakni dengan melibatkan pembicara bertaraf internasional.

Salah satu narasumber, yakni Psikolog Dra Perwitasari dari Jakarta, memaparkan materi bertema “Anak sebagai Amanat Allah SWT” kepada orangtua siswa KBIT dan TKIT Daarussalaam, 7 Februari 2021. Dalam materi yang disampaikan secara virtual, orangtua siswa diajar untuk menghayati peran orangtua dalam memegang amanat dari Allah SWT yang berupa anak.

Materi tersebut juga menjelaskan penegasan ilmu agama yang berlandaskan dalil Alquran, yang disarikan dari beberapa surat yang berkenaan dengan tema tersebut. Bahkan, dijabarkan pula beserta contohnya, bagaimana supaya orangtua bisa konsisten mendidik dan menjaga anak hingga berhasil dunia-akhirat.

Kabag Pendidikan Penjaminan Mutu Daarussalaam, Rinda Arsianah, M.Pd mengatakan, pihak Daarussalaam menyiapkan kesiapan orangtua mengayomi anak pada masa pandemi. Sehingga Daarussalaam yang dinaungi JSIT bisa menyukseskan parenting school tersebut bersama peran orangtua siswa.

“Yang kami harapkan melalui parenting school ini, dari materi kami lebih menyoroti kesiapan orangtua murid dalam penanganan kesiapan mengajar anak di tengah pandemi,” terang Rinda didampingi Humas Daarussalaam Joko Susilo, saat dijumpai halokaltim.com di ruang kerjanya, 11 Februari 2021.

“Sebelumnya banyak pemikiran berkaitan dengan anak yang dititipkan di sekolah semua, akhirnya dilepas tanggung jawabnya ke pihak sekolah. Padahal kami memahaminya bukan begitu, bahwa sekolah itu adalah tempat kedua bagi anak, dan justru rumah adalah tempat pertamanya untuk belajar,” tambahnya.

Jadi, lanjut Rinda, apapun design pembelajaran yang disiapkan oleh sekolah itu bisa ditangkap orangtua siswa sebagai stimulus. Agar anak mampu menjadi cerdas di sekolah maupun di rumah.

“Jadi materinya ini jadi refleksi yang pernah dilakukan orangtua siswa selama ini. Mengingatkan kembali item daring, di mana hampir setahun terakhir pandemi berlangsung, maka harapannya pendampingan ini bisa optimal sampai nanti bisa mandiri,” paparnya.

Hal tersebut mengingat prosedur sekolah tatap muka saat ini masih memerlukan tahapan yang panjang, dan hal itu juga ditentukan oleh kebijakan pemerintah.

“Maka dengan adanya parenting school ini, diharap bisa menjadi media wadah pihak sekolah dan orangtua siswa dalam rangka membina anak-anak kita menjadi tetap terus cerdas. Baik di sekolah maupun di rumah,” harap Rinda. (adv)

Penulis : Raymond Chouda

Source